"SEMANGAT MERDEKA BELAJAR: MENYATU DALAM PERJALANAN PENDIDIKAN YANG DINAMIS"
Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun karakter dan pengetahuan bagi generasi muda.
PELAKSANAAN ASESMEN NASIONAL BAGI SISWA-SISWI SMP SANTU KLAUS KUWU
ANBK bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Asesmen Nasional dilaksanakan dengan tiga instrumen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum atau (AKM), Literasi dan Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Launching Pesta Panca Windu
Dalam rangka launching pesta panca windu Lembaga pendidikan SMP St Klaus Kuwu dan pembukaan pesta famili SMP dan SMA Santu Klaus Kuwu, siswa/i SMP dan SMA Santu Klaus Kuwu menggelar parade yang diikuti oleh 620 peserta didik di lapangan bola sepak SMP Santu Klaus kuwu, pada Sabtu (05/08/2023) Sore.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar
Lembaga Pendidikan SMP Santu Klaus Kuwu sudah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar sejak tahun 2022 hingga pada tahun 2023 merupakan tahun yang kedua Lembaga SMP Santu Klaus Kuwu menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.
Euforia Pasca Ujian Oleh Yoon Barung
Budaya coret menyoret dan konvoi sejatinya telah mengalamai pergeseran persepsi. Mari kita kembali ke awal tahun 90-an. Budaya coret-menyoret sudah tumbuh dan berkembang sejak tahun itu. Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS, 1980-2001) adalah latar belakang munculnya budaya coret-menyoret dan konvoi, pada masa itu pendidikan dengan sistem ujian EBTANAS dianggap sangat mengekang dan melelahkan. Budaya coret-menyoret dan konvoi pada waktu itu dilontarkan sebagai simbol telah bebas dari
UPAYA REVITALISASI BAHASA DAERAH SEBAGAI SALAH SATU PRIORITAS MERDEKA BELAJAR
Upaya revitalisasi Bahasa daerah sebagai salah satu prioritas Merdeka Belajar Menurut Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Imam Budi Utomo, ada dua faktor utama sehingga bahasa daerah jarang digunakan. Pertama, faktor eksternal, seperti urbanisasi, globalisasi, perkawinan campur, ataupun bencana yang mengakibatkan kematian penutur bahasa daerah. Kedua, faktor internal, seperti sikap bahasa. Sikap bahasa itu, misalnya, yang menga
BERSORAK-SORAI MENYAMBUT KEDATANGAN YESUS SANG RAJA PEMBAWA DAMAI
Minggu Palma mengingatkan umat Tuhan akan sambutan meriah bahwa Yerusalem akan kedatangan Kristus. Hal ini merupakan pembuktian, bahwa kebesaran kasih Allah terhadap umat-Nya, sebab Ia tidak memperbolehkan diantara sesama manusia terjadi permusuhan ataupun melakukan hal-hal keberdosaan. Oleh karena itu, kedatangan sang juru selamat di gerbang Yerusalem sebagai tanda untuk membebaskan semua belenggu dosa manusia. Hal itu terbukti dalam kegembiraan umat Yerusalem dalam seruan hosana Putra Daud
WANITA DIBALIK BUDAYA BELIS MASYARAKAT MANGGARAI; ANTARA PENGHARGAAN ATAU KEUNTUNGAN.
Trend belis di Kabupaten Manggarai telah menjadi topik pembicaraan, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat pada umumnya. Adapun komentar pedas atau pandangan lain tentang hal ini tentunya bukan tanpa sebab. Bisa saja makna belis atau ‘paca’ dalam masyarakat Manggarai mengalami pergeseran nilai? Budaya belis dapat diartikan sebagai pemberian yang bersifat marerial, lazimnya dalam rupa uang atau barang, dibalik itu budaya belis memiliki hakekat imaterial yang menyiratkan makna, fungsi, dan
Apel pembukaan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ke-28 dan Hari Ulang Tahun PGRI ke-77
Apel pembukaan dalam rangka Hari Guru Nasional ke-28 dan Hari Ulang Tahun PGRI ke-77.