PUISI SEBAGAI BAHASA KEMANUSIAAN: INSPIRASI DARI “GURU AINI” UNTUK MEMBANGUN BUDAYA CINTA DAMAI DI SMP ST. KLAUS KUWU
Dalam diskusi lepas saya bersama rekan – rekan guru tanpa kami sadari fokus penilaian kami seringkali tertuju pada pencapaian akademik, nilai ujian, nilai TKA yang masih trend saat ini dan prestasi siwa dalam bidang tertentu. Jarang terdengar membahas sifat atau karakter baik yg tampak dalam pribadi siswa. Kadang-kadang ‘system’ memaksa para guru untuk fokus pada penilaian akademik. Sehingga tak jarang sering muncul pertanyaan seperti ini, “Berapa skornya?, Rata-rata Berapa?, Siapa skor tertingg
PUISI SEBAGAI JEMBATAN PERDAMAIAN DAN INKLUSI: DALAM TUBUH OPINI DAN CERPEN
Dalam hiruk-piruk dunia moderen. suara-suara mayoritas seringkali mendominasi panggung utama. Meninggalkan kelompok minoritas dalam bayang-bayang. Namun puisi hadir bukan sekedar sebagai deretan kata berima melainkan sebagai jembatan perdamian yang menghubungkan Perbedan dan merangkul keberagaman yang sering terabaikan.
Problematika Kado Valentine Day
Kado bagi kaum remaja merupakan hadiah istimewa, kado bisa diberikan pada saat ulang tahun dan lebih spesial lagi diberikan pada saat valentine day (Hari Kasih Sayang). Persoalan tentang kado sering kali muncul ketika merayakan ulang tahun dan valentine day (Hari Kasih Sayang), kali ini lebih fokus pada persoalan kado valentine day (Hari Kasih Sayang), bagi kaum remaja.
"SEMANGAT MERDEKA BELAJAR: MENYATU DALAM PERJALANAN PENDIDIKAN YANG DINAMIS"
Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun karakter dan pengetahuan bagi generasi muda.
Euforia Pasca Ujian Oleh Yoon Barung
Budaya coret menyoret dan konvoi sejatinya telah mengalamai pergeseran persepsi. Mari kita kembali ke awal tahun 90-an. Budaya coret-menyoret sudah tumbuh dan berkembang sejak tahun itu. Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS, 1980-2001) adalah latar belakang munculnya budaya coret-menyoret dan konvoi, pada masa itu pendidikan dengan sistem ujian EBTANAS dianggap sangat mengekang dan melelahkan. Budaya coret-menyoret dan konvoi pada waktu itu dilontarkan sebagai simbol telah bebas dari
UPAYA REVITALISASI BAHASA DAERAH SEBAGAI SALAH SATU PRIORITAS MERDEKA BELAJAR
Upaya revitalisasi Bahasa daerah sebagai salah satu prioritas Merdeka Belajar Menurut Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Imam Budi Utomo, ada dua faktor utama sehingga bahasa daerah jarang digunakan. Pertama, faktor eksternal, seperti urbanisasi, globalisasi, perkawinan campur, ataupun bencana yang mengakibatkan kematian penutur bahasa daerah. Kedua, faktor internal, seperti sikap bahasa. Sikap bahasa itu, misalnya, yang menga