PUISI SEBAGAI JEMBATAN PERDAMAIAN DAN INKLUSI
Di atas lembar putih yang sunyi, Aku merangkai kata demi kata, Bukan sekadar rima atau diksi yang rapi, Namun degup jantung yang tumpah menjadi doa. Dengan puisi, aku mengetuk pintu-Mu. Saat lidahku kelu oleh tumpukan dosa, Dan kalimat formal terasa begitu jauh, Larik-larik ini menjadi napas yang tersisa, Mengadu tentang jiwa yang seringkali rapuh. Tak ada jarak antara pena dan harapku , Sebab setiap titik adalah air mata yang jatuh, Dan setiap koma adalah rinti
Guru Mengenal Pribadi Kita Penulis: Isabela Shine Puspita Patu, Amzal Kemong
Pagi itu, udara terasa dingin, namun hati Rataela terasa lebih dingin lagi. Ia melangkah keluar dari rumah dengan bahu tegang, suara ayahnya, yang dipenuhi amarah, masih terngiang di telinganya. "Kamu ini! Dasar anak tak berguna!" Itu adalah salam perpisahan yang ia dapatkan hampir setiap hari.
Valentine di Bawah Salib Gereja Tua Karya: Adela, Brif, Eca,
14 Februari 2026 jatuh pada hari Sabtu. Pagi itu kota kecil Ruteng diselimuti udara sejuk yang khas. Kabut tipis masih bergelayut di antara perbukitan, seakan enggan beranjak dari pelukan dini hari. Di halaman gereja tua yang berdiri kokoh sejak puluhan tahun silam, anak-anak muda Katolik sudah sibuk sejak pukul tujuh.
PUISI HARI GURU NASIONAL
Angin melanda jiwa yang merana, Hidup termenung tanpa arah tujuan, Dahulu aku hanya serpihan yang tiada makna, Kini benderang memancarkan harapan, Bak sang pelita dalam kegelapan.
"Pelita Dunia" By: Syaint. N IXB
Oh, guru tercinta, pelukis takdirku, Jejakmu menorehkan lukisan kehidupan, Engkau bimbing dengan ketabahan hatimu, Hingga tunas dewasa mekar perlahan, Menjadi insan berilmu dan berkebajikan.
SUARA ANAK NEGRI
Kutulis puisi ini Saat nurani terlanda kabut karena rentetan kisah sendu menggores zirah negeri ini atas terbantainya para sahaba